Sabtu, 07 Maret 2015

KOTA MINYAK - dan faktanya :)



Kota Minyak, Balikpapan, sebuah kota yang merupakan Kotamadya di Provinsi Kalimantan Timur. Iyah,, kota yang sudah menampung gue selama kurang lebih sebulan ini. Sebelum ke kota ini, gue udah mendapatkan gambaran sedikit tentang kota ini dari teman-teman gue yang udah duluan ke sini karna lamaran kerjanya lolos di sini, sebut saja mereka Titi dan Febi (nama samaran). Hanya saja yang mereka gambarkan itu telalu lebay men,, setibanya di sini yang gue lihat malah gak sesuai ekspektasi. bukan di bilang gak bagus yah,, sesuai yang gue bilang di postingan gue sebelumnya, bukannya jelek yah, hanya saja diluar ekspektasi gue gitu loh. Jadi setelah sebulan di sini, gue jadi tau beberapa fakta tentang kota ini.
Bandara Sultan Haji Muhamad Sulaiman atau Bandara Sepinggan. Ini!! Bandara yang paling digembar-gemborkan sama dua manusia itu. Katanya jauh banget lah sama bandara kota asal kami. Menurut gue enggak beda jauh banget sih. Okee,, sedikit lebih ’wah’ aja. Jadi beberapa hari sebelum ke Balikpapan kan gue udah cerita nih kalo gue mau ke sana, nah sejak saat itulah manusia satu ini heboh banget cerita kalo bandaranya bagus lah, apalah, bahkan sebelum pesawat yang gue tumpangi take off mereka masih aja sibuk BBM soal bandara. “Kalo tiba ko nanti di Sepinggan, sebut ko 1 kata buat Balikpapam sama buat itu bandara.” Gitu katanya. E helooo,, baru injak bandaranya gue udah di suruh bilang 1 kata buat Balikpapan?? Ape lu kate!! Jadi penasaran gue jadi makin bertambah kan yah. And finally I’m arrived, dan keluar dari pesawat,, dan eng…ing…eng… mmmmm gue masih bingung untuk komentar sih sebenanarnya. Okelah bandaranya bagus, cuman gak se wah yang di gambarkan gitu loh. Cuman emang tertata, trus ‘hijau’ juga. Tapi Yaudah gue positif thinking aja. Mungkin yang mereka maksud adalah terminal keberangkatan sementara yang gue lihat saat ini adalah terminal kedatangan. Emang dasarnya gue baik sih, jadi ya positif thinking aja J. Tapi nilai plusnya itu, emang kelihatan lebih elegan sih (bukan tempat foto studio loh), trus gak sumpek (mungkin karna emang bukan musim penumpang jadi gak banyak orang). Yaaa,, bagus lah (suer,, ini komentarnya gak maksa!! Hahaha). Jadi itu tentang bandaranya.
Satu hal yang berbeda antara kota Balikpapan dengan kota Makassar adalah keadaan geografisnya yang berbukit-bukit. Aseekk,, keren tuh istilah gue, setelah gue mencari kata2 yang pas selama stengah jam J. Jadi jalanannya itu persis seperti yang digambarkan dalam OST-nya kartun Nindja Hatori,, mendaki gunung lewati lembah, selokan mengalir indah ke samudera,, ehh,, koq malah nyanyi. Hehe.. Jadi eike agak-agak seram gitu kalo dibonceng naik motor di sini,, gue takutnya melorot ke belakang saking terjalnya tanjakan jalanan di sini. Kan gak lucu kalo sebelum tanjakan yang bonceng gue masih asik ngobrol, ehh sampai di puncak bukit koq motornya malah ringan, ternyata gue ketinggalan di bawah, udah melarat ehh melorot maksudnya. Kalo ada yang nanya seterjal apa, ya terjal,, untungnya gak sampai kemiringan 90 derajat sih (itu mah udah lurus, bukan miring lagi!!). Mungkin itu kali ya yang menyebabkan gak ada satu pun becak di kota ini. Gak kebayang kan kalo di kota ini ada yang usaha becak,, kayaknya usahanya itu bakal bangkrut sebelum di buka deh,, hahaha. Kebayang gak sih kalo di sini ada becak, apa kabar betisnya si tukang becak yah?? Sebulan kerja udah beranak cucu tuh betis, saking yang dilewati tiap-tiap hari jalanan berbukit-bukit.. :D Akibat permukaan bumi di kota ini gak merata, maka rumah penduduk juga menyesuaikan dengan keadaan di sini. Jadi kalo kita lihat sepintas yah, rumah penduduk di sini tuh kek disusun gitu di lereng bukitnya, ini khusus untuk rumah penduduk dengan keadaan ekonomi menengah (mungkin) ke bawah lohh. Soalnya rumahnya kecil-kecil, dempet-dempet, trus disusun di lereng bukit sampai puncak bukit (?), jadi deh bukit ber-rumah. Itu yang menjadi pemandangan gue sehari-hari,sejauh mata memandang, hanya bukit yang kelihatan (kecuali loe lagi di pantai, hehe). Lucunya, orang-orang di sini tuh menamai bukit dengan sebutan gunung. Jadi ada beberapa alamat yang gue tau di kota ini namanya Gunung Polisi, Gunung Bakaran, Gunung Malang, Gunung Pasir, de el el, padahal kan cuma bukit doang. Nah,, di sini lagi men, tempat lu bisa naik gunung pake mobil atau motor, jadi gak salah dong kalo gue juga menamai diri gue sebagai pendaki gunung (tapi pake motor or mobil).
Di kota ini juga, gue harus beradaptasi dengan banyak hal, salah satunya adalah bahasa dan istilah-istilahnya (eh itu salah dua yah??). Jadi gue harus membiasakan diri untuk menggunakan kata “aku, kamu”, membiasakan diri untuk mengganti kalimat “sudah maki makan?” menjadi “kamu sudah makan ka?”, mengganti “eroko lampa kemae?” menjadi “kamu mau ke mana?”, ataupun mengganti kalimat “mangka moko mendio’?” menjadi “kamu sudah mandi ka?”. Hari-hari pertama gue tiba di tempat ini masih sangat susah untuk menyesuaikan bahasa, tapi setelah melewati beberapa hari di sini selama sebulan, yahh masih belum ada perubahan yang signifikan sih. Hahaha. Susah wehhh…. Selain di rumah, gue kan juga keluar kan, melihat-melihat keadaan kota orang-orang di sini, dan berhubung gak mau mengendarai motor karna takut hitam (padahal emang gak bisa bawa karna takut jatuh,, hehe) ke mana-mana harus naik angkot. Nah,, di sini lagi kemampuan berbahasa gue di uji. Di sini, angkot tidak disebut dengan sebutan ‘pete-pete’ seperti di Makassar, tapi disebut dengan ‘taksi’, sementara di ‘taksi’ di Makassar di sini di sebut ‘argo’. Bayangin men!! Di Makassar gue ke mana-mana cuma naik pete-pete, di sini kemana-mana gue naik taksi mennn…. Hahaha.. dan gue harus membiasakan diri untuk mengganti “kiri pak!!” menjadi “stop ya pak.”
Last but not least.. Tau apa sebutan untuk Kota Balikpapan? Yup,, Kota Minyak. Tau kenapa di sebut Kota Minyak? Bukan karna sumurnya menghasilkan minyak, bukan juga karna orang-orangnya yang berminyak, tapi karena sampai sekarang sebagian besar roda perekonomian di kota ini digerakkan oleh industri minyak dan gas (ini hasil pencarian gue di Google, hehe). Yess,, kali ini gue berhasil serius!! J Tapi faktanya, ternyata untuk mendapatkan gas utamanya gas 3kg di tempat ini sangat susah euyy. Namanya aja yang Kota Minyak, untuk mendapat gas harus cari ke SPBU, kalo gak ada ya terpaksa harus nunggu jadwal datangnya tabung gas di pangkalan terdekat. Dan tau gak,, pangkalan terdekat dari tempat tinggal gue itu harus mendaki gunung dan pulangnya lewati lembah, dan kebetulan gue ke sana itu jalan kaki, sekali lagi JALAN KAKI!!! Bayangkan betis gue besarnya udah kayak apa yah -_-. Selain itu yah, mati lampu sudah jadi langganan di kota ini, well, mungkin Cuma di daerah tempat tinggal gue sih. Tapi tiap minggu tuh gak pernah absen mati lampunya. Hufthh dehh,, hihi.. Makanya gue heran koq bisa yah kota yang di sebut dengan  sebutan Kota Minyak ini malah bermasalah dengan minyak dan gas. Ono opo yah?? Entahlah,, tanyakan pada rumput yang bergoyang..
Ehh,, paling terakhir deh,, cera umum yah,, Balikpapan itu bersih, tata kotanya bagus, gak macet (itupun kalo macet gak panjang dan lama lah), ya itulah..
Yup.. itulah beberapa fakta yang gue lihat dan rasakan di kota ini selama sebulan. But generally, gue suka di sini,, kotanya bersih, tata kotanya bagus, gak macet (itupun kalo macet gak panjang dan lama lah), nyaman sih sampai saat ini. Senang sekali bisa menjadi bagian dari kota ini.
Balikpapan,, KU BANGUN, KU JAGA, KU BELA

Kamis, 05 Maret 2015

ANAK MU MERANTAU MAK!!



Entah definisi merantau di sini adalah bekerja di negri orang atau menganggur di negri orang,,hahaha,, soalnya sampai detik ini gue meluncurkan tulisan ini, masih belum ada tempat yang melirik lamaran gue dan sudi menelpon gue untuk datang mengais rezeki di tempatnya. yup,, sebulan sudah gue mengadu nasib (???) di Kota ini.
Jadi gue ke kota ini karna ada panggilan interview dari salah satu rumah sakit swasta di sini. Gue datang berbekalkan sebuah koper, sebuah tas selempang, dan sebuah tas tangan,, yahh hanya itu. HANYA??? Yahh,, itu yg gue maksud dengan “hanya”. Bisa di bilang butuh perjuangan bagi gue untuk bisa mendapatkan izin untuk ke kota ini. Harus melewati ladang ranjau, kolam air raksa penuh buaya bercula satu (ada yah??), STOPP!! Focus!! Okay,, jadi gue harus meyakinkan abah sama emak untuk ke luar kota. Gak tau kenapa gue marasa mereka berdua berat banget melepaskan anaknya ini jauh-jauh dari mereka, padahal kan kalo di pikir-pikir ada baiknya juga gue jauh-jauh. Beras di rumah gak cepat abis, biaya listrik berkurang, dan yang paling penting, mereka jadi punya waktu berduaan yang luar biasa banyak, quality time nya luar biasa banget. Hahaha.. tapi setelah melalui beberapa seleksi alam untuk mendapatkan tiket ke sana, finally!!!!
Jadi gue ke Kota Minyak tepatnya pada tanggal 4 Februari 2015. Perjalanan gue ke bandara gak ada yang special sih. Palingan gue aja yang selama perjalanan cuma bisa menarik perhatian sodara sedarah gue (baca: adik cowok satu-satunya) yang kayaknya cuek banget melihat kepergian gue. Gak ada kata hati-hati di jalan, udah nyampe mana, persiapannya gimana. NO!! jangan harap itu keluar dari mulutnya. Yang ada hanya gue yang SMS ke dia bilang, “jalan ma ke bandara”, dan dia membalas SMS gue dengan “OKE”. Yah,, that’s it!! Tapi gue tau kalo kata “OK” itu mewakili banyak hal yang tidak dia sampaikan tapi dapat gue mengerti. Kata “OK” itu maknanya tersirat bukan tersurat. Hoooo,, co cweet… (ceritanya lagi menitikkan air liur,, ehh,, air mata maksudnya). Beda banget sama emak gue yang rasa-rasanya tiap 5 menit nelpon gue. Kalo gak nanya, udah dimana?? Siapa yang antar? Skarang ngapain? Kakakmu udah di bandara?? Tasnya udah diperiksa baik-baik??, jangan lupa berdoa, and soon and soon. Yaa,, maklum sih. Ini anak pertama dan satu-satunya cewek mau pergi ke luar pulau untuk pertama kalinya, yang artinya jauh dari rumah, susah ketemunya, dan gak pernah pergi sejauh itu SENDIRI. Hehe
Jadi di sini gue pagi ini, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pukul 07.30 WITA duduk sendiri. Menunggu!. Menunggu kepastian dari abang,, ehh salah :). Jadi gue menunggu sepupu gue yang akan bareng terbang ke kota tujuan gue,, yahh secara dia kan masih ada keturunan Suparman gitu lah jadi bisa nebeng terbang (bercanda ding). Gue ke sana bareng sepupu lah,, maklum anak gadis gak boleh di lepas sendiri, ntar malah sisi liar nya keluar lagi. Haha..
Dan cusss…. Pesawatkuuu terbang ke Balikpapaannn (certanya lagi nyanyi)
Dan di sinilah kisah itu di mulai à ceritanya biar keren dikit kalimatnya endingnya kek gini, cuman gak tau kisah apa tuh yang di maksud.

KOTA MINYAK



Balikpapan, 04 Maret 2015
Tepat sebulan yang lalu gue menginjakkan kaki di kota ini yang dijuluki dengan sebutan Kota Minyak. Yah,, Balikpapan. Kota yang menjadi salah satu destinasi kota rantau (destinasi?? Jalan2 keless.. :D) setelah dua sosok makhluk mengompori untuk mengadu nasib di kota ini. Haduhh… susah banget memperatankan image serius di blog gue ini. Baru memulai untuk serius tapi virus-virus ngelucu-nya lebih kuat. Aku gak tahan ayah!! :D. So balik lagi ke sosok makhluk tadi yang mengusulkan untuk ke kota ini. Mereka memang mempromosikan ke sini, tapi mereka promosinya bukan karna kerjaannya di sini, tapi karna katanya bandaranya yang keren banget, tata kotanya yang bagus, penduduknya yang modis-modis dan tajir-tajir. Yah,, dan mereka memang berhasil menghipnotis otak gue dengan ke-lebay-an mereka. Knapa gue berani blang gitu?? Karna mereka memang lebay. Gambaran mereka selama ini gak se”wah” yang gue lihat langsung. Bukannya di bilang gak bagus loh, bagus cuman jauh banget dari ekspektasi gue. Mungkin mereka terbiasa melihat kota ini dari sisi masyarakat menengah ke atas sementara gue justru di suguhkan dengan pemandangan kelas menengah selayaknya kehidupan gue sehari-hari, gak pake embel-embel ke atas :).
Sebulan menetap di kota ini, banyak banget seru, menyedihkan, cerita aneh nan ongol-ongol yang gue alami yang sangat sayang  untuk dianggurin. Nah berhubung gue lagi gak malas ngetik dan sesuatu di otak ini sedang berontak untuk dikeluarkan, maka terjadilah seperti yang Engkau kehendaki :). Soo,, lets cekidot guys!!! :D

TO BE CONTINUED…….

Sabtu, 18 Januari 2014

SKRIPSUUUIIITT!!!



Well inilah gue. Seorang mahasiswa gizi tingkat akhir yang saat ini sedang mengabdikan dirinya untuk mengerjakan TUGAS AKHIR a.k.a SKRIPSUIIITTT yg diawali dengan seminar proposal. Kenapa gue bilang Skripsuit? Apakah karena Skripsi itu manis?? Bisa jadi. Skripsi itu, pahit di awal tapi manis di akhir, meenn. Hahahaha,, tumben cerdas. Gak ding!! Gak pernah kepikiran bakalan bilang alasan menggunakan kata ‘skripsuit’ itu seperti di atas. Tiba-tiba aja nongol di otak, jadi kek bijaksa banget ya. Hahaha. Itu Cuma muncul saat gue dan temen satu pembimbing skripsi gue, dan temen satu gelombang dietetic gue, ngobrol ngalor ngidul, dan kita berdua berencana untuk membuat sebuah ‘gank!’. Nah, setelah mencari-cari nama gank yang pas, akhirnya kita berdua sepakat untuk memberi nama gank kami ‘GANK SKRIPSUIITT’, setelah nama ‘RSP cetar membahana’, ‘3 huruf and the gank’, dan ‘gank 2 orang’ terlemininasi. Jadilah SKRIPSUIIITT. :D Bagituuu..
Awalnya dulu gue malah menggunakan kata ‘skripshit’, hahaha. Jahat banget yaa. Karena awalanya memang itu agak-agak sh*t gitu loh. Bayangkan aja, mata kuliah (itu mata kuliah ya?) yang hanya beberapa SKS bisa dengan sukses mengalahkan mata kuliah lain dengan laporan-laporannya yang cetar membahana badai halilintar  angin ribut Tsunami badai Katarina dkk. Skripsi sukses mengubah kamu menjadi seorang penulis, yang bingung mau nulis apa bahkan untuk menentukan judul aja. Yah, walaupun mata kuliah lain pun pernah mengubah kamu menjadi seorang mahasiswa kuliah malam (laporan PSG) atau membuat kamu menjadi seorang artis (Prakogi). tapi skripsi bener-bener sukses membuat kamu menjadi penulis galau. Tapi keren men, judulnya ‘PENULIS’. Jadi kalo di tanya temen, “sekarang lagi sibuk apa, bro?” ya jawab aja “lagi sibuk nulis nih, gan, kejar deadline” hehehe. Kuliah di gizi, kamu emang harus siap-siap jadi orang sibuk, ya sibuk kuliah malam, sibuk shooting, dan sibuk nulis, jadi harus bener-bener orang professional yang bisa masuk di jurusan ini. hahaha. Gue aja bahkan hampir niat punya manager untuk atur jadwal gue. Hahaha. Belum lagi jadwal makan-makan, jalan-jalan, etc, jadi schedule emang padat men.. :D
Skripsi membuat gue baru merasakan galaunya menulis. Awal gue bikin proposal dulu, Gue bingung mau tulis apa. Mau curhat salah, mau bikin lagu gak mungkin, mau bikin puisi, apalagi (karna emang gue gak tau bikin puisi, hehe), jadi gue baca-baca dulu deh itu jurnal & skripsi orang lain, atau literature-literatus yang ada. Setelah dapat ilham, baaru lah mulai menulis. Dan lu tau, latar belakang gue kerjakan selama berapa hari? Gue lupaa, hehehe, yang jelasnya lama. Pokoknya gue sampai berhari-hari, dan sampai bergadang-gadang deh, bahkan sampe nangkring di Perpus (kabur dari magang dietetic beberapa jam). Hahaha. Dan gue merasa jadi kek Hermione Granger selama beberapa lama gara-gara semua buku gue baca. Dari yang tipis sampe yang banget, dari buku UUD sampai buku Fengshui gue babat (nah lho, apa hubungannya?).
Bikin file presentasi juga abal-abal, gak bisa bikin power point soalnya. Untungnya ada pembimbing 3 (ada ya?) yang membantu gank Skripsuit kami. Hehehe. Pra proposal pun tiba, dan gue udah mempersiapkan semuanya dengan baik (kayaknya baik). Gue udah mempelajari PPT gue, cara bacanya, gue udah tidur cepat malamnya (karna di paksa Desy untuk tidur), gue udah mempersiapkan gaya rambut yang pas untuk pra proposal, dan gue udah bangun pagi-pagi benar sebelum matahari terbit kosannya reman se-pembimbing gue untuk lebih mempersiapkan semua mua muanya lebih baik.
Pra pproposal pun tiba. Daaannn #jrenkk.. eng ing eng.. Akhirnya gue bisa melalui Pra Proposal dengan SAKIT HATI (!). lho kok? Iya, karna pembimbing gue, si Tiga Huruf, keluar dari ruangan saat gue masih sementara presentasi, SEKALI LAGI, masih SEMENTARA presentasi. Entah dia udah bosan atau udah capek atau kebelet pipis, atau mau lihat dagangannya atau apa, gak ngerti. Padahal masih ada beberapa temen gue yang belum presentassi loh. Jadi ceritanya gue digantungin. Nah lho, emang cowok aja yang bisa menggantung, dosen juga lebih parah men. Gue sempat mikir, jangan-jangan karena gue gak mengatur rambut gue sesuai yang udah dipersiapkan malam sebelumnya, gue lupa parah men..
Akhirnya sebulan lebih kita digantung, loe bayangkan mejengnyaa… gue juga udah malas mikirin, mending gue mikirin laporan dietetic gue yang gak selesai-selesai gara-gara harus berurusan dengan Ratu Atut, mending mikirin liburan Natal dan Tahun Baru gue yang rasanya Cuma sebentar banget, dan mikirin Laporan magang GKM gue yang masih gak jelas sampai saat ini. hehehe..
Tapi setelah mendapat desakan dari berbagai pihak dan dari dalam diri sendiri juga, akhirnya gue memutuskan untuk minta balikan ke proposal gue, di gantungin emang gak enak. Hehe. Dan setelah ketemu dengan pembimbing gue, dan mendapat kejelasan, akhirnya gue kembali ON FIRE!!! Gue harus menaklukan skripsi sebelum dia menaklukkan gue.
Ujung-ujungnya gue malah kepikiran terus dan gak bisa tidur. Gue malah merasa skripsi itu nightmare. Hadohhh.. tapi harus dilalui men.. HARUS!!!! Fighting together g010k!!!! :D

BANANA POTATO



Inilah nama Blog gue. Setelah sekian lama buat blog (baru juga 1 bulan di aktifkan, sok bilang ‘sekian lama’), akhirnya baru kepikiran untuk menjelaskan kenapa memilih BANANA POTATO sebagai nama Blog. Setelah mencari-cari alasan keren kenapa gue milih nama ini, ternyata gue gak dapat, jadi jujur aja, gue memilih Banana Potato karena saat itu gue abis nonton film Despicable Me 2, di mana salah satu lagunya si Minion itu ada yang berjudul ‘Banana Potato’, yang gue hapal beudd.. lucu lagunya.
Yahh.. kurang lebih lagunya seperti ini lah.. hehehe


Sempat gue mikir untuk memberikan alasan keren kenapa memilih judul ini. Jadi cerinta gue mau bilang kek gini, gue pilih Banana karena gue suka banget sama yang namanya Pisang. Uenak tenan men… mungkin loe bakal bilang gue manusia kampungan yang gak elit kan, sampe nge-fans gitu sama pisang? Gak ada buah yang lebih elit apa?? hehehe… Tenang aja, lu bukan satu-satunya orang yang berpikir seperti itu. Temen gue juga, sebut saja namanya Febi (nama samaran), malah sampai ketawa ngakak pas dia nanya buah favorit gue. Dengan santainya gue bilang ‘pisang’. Eh,,, di malah ketawa.. katanya baru pertama ini dia dapat kasus orang menjadikan pisang sebagai buah faforitnya. Biasanya apel, pear, semangka, atau apalah, eh,, ini malah pisang.
Yah,, emang sih dulu gue bilang gue suka buah apel, karena apel enak, tapi saat itu buah apel susah banget untuk di dapatkan, mana mahal lagi, (maklumlah, kamoung, hahaha) jadilah diriku berpindah hati ke Pisang, yang mudah di dapat, murah meriah, dan mengandung zat gizi yang gak kalah lengkap dengan buah lainnya. Cieee…. :D Jadi gue lampirkan sedikit tentang zat gizi yang ada dalam pisang yah.. data ini berdasarkan DKBM Indonesia (memanfaatkan ilmu sedikit-sedikit, biar kelihatan pintar gitu.. :D)


Pisang Ambon (100gr)
Pisang Lampung (100 gr)
Pisang Raja (100gr)
Energi (kkal)
99
99
120
Protein (gr)
1,20
1,30
1,20
Lemak (gr)
0,20
0,20
0,20
Karbohidrat (gr)
25,80
25,60
31,80
Kalsium (mg)
8,00
10,00
10,00
Fosfor (mg)
28
19
22
Besi (mg)
1,00
1,00
1,00
Vitamin A (SI)
146
618
950
Vitamin B1 (mg)
0,08
0,00
0,06
Vitamin C (mg)
0,3
4,0
10,0
Jadi ini beberapa jenis pisang dan zat gizinya. Dan salah satu kelebihan pisang yang bikin gue suka adalah, dia itu punya banyak karbohidrat dibanding buah lainnya, jadi bisa kenyang kalo makan pisang. Yahh,, kurang lebih begitu lah..
Nah,, back to nama blog. Tadi kan udah penjelasan tentang pisang (jadi kek kuliah ya), sekarang POTATO-nya. Nah,, ini gue bingung mau menjelaskan apa tentang potato. Masa’ gue bilang gue pake potato karena dia punya warna kuning mirip pisang, kan gak banget gitu lohh.. maka gue jadi buntu, dan memaksa gue untuk jujur mengatakan kenapa gue memilih BANANA POTATO sebagai nama blog itu..
Tapi, apapun namanya, yang punya tetap satu orang kan.. :D
Yah,, begitulah.. hahaha… PAPOYYY… :D
#gubrak!!
Itu ji??? ^_^

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

My Blog List

Most Viewed

More Text

Popular Posts