Minggu, 05 Januari 2014

KAMI IDENTIK DENGAN LAPORAN


LAPORAN. Sesuatu yang identik banget dengan jurusan kami (ilmu Gizi. Red). Dari awal semester kami sudah “dipusingkan” dengan laporan praktikum lab. Bahkan di semester-semester awal, bisa dikatakan kami sudah khatam dengan yang namanya laporan, baik itu dalam hal marginnya, spasinya, ukuran font nya, pengaturannya, de el el.  Kalo boleh sombong sedikit, di saat semua jurusan belum berurusan dengan laporan, kami sudah Master dalam pembuatan laporan ini. Hehehe.
Saya baru menyadari bahwa ternyata di setiap semester, kami tidak pernah luput dari Laporan. Bahkan di semester akhir ini pun kami masih di perhadapkan dengan “cobaan” yang (mungkin) berat ini.. :D
Sempat suatu hari saya sms-an dengan seorang teman, sebut saja Dia Wisfer (nama samaran), kita membahasa tentang laporan , lebih tepatnya tentang anak gizi yang masih berkutat dengan laporan. Saya tergelitik untuk melebay-lebaykan laporan ini.
Saking seringnya laporan yang kami hadapi dari semester-semester kemarin, saya curiga nantinya setelah Ujian Komprehensif, kami diwajibkan untuk membuat laporan perjalanan kami selama kuliah di ilmu gizi, atau bahkan perjalanan hidup kami dari lahir hingga selesai kuliah, dengan syarat penulisan seperti yang diberikan dari laporan-laporan kemarin. Margin 4 4 3 3, kertas A4, Times New Roman 12, spasi 1,5, and many more. Laporan itu harus di asistensi oleh semua dosen dan staf ilmu gizi, dan baru boleh sah untuk menjadi laporan jika sudah mendapat ACC dari ketua prodi. Itupun harus mendapatkan ttd lembar pengesahan dari Dekan dan Rektor  sebelum laporan di jilid.
Selain itu, kami juga harus mendapatkan ttd dari walikota dan gubernur sebagai syarat untuk dapat wisuda. J
Hahaha.. mari berkhayal :D

Jumat, 03 Januari 2014

They Are So Sweet

Agenda tahun baru tanggal 2 kemarin, saya dan mama ziarah ke rumah abadi aka kuburan aka patane dari kakek-nenek ku. Pertama kami ke kanek nenek dari keluarga papa ku, lalu ke nenek dari keluarga mama.
Ada satu hal menarik dari ziarah kami kemarin. Untuk pertama kalinya mama mengajak ke patane kakek dan nenek ku yang lain. Patane nya berada di atas tebing batu, dan berdiri dengan megah. Baru saya tahu kalo ternyata di dalam Patane itu baru ada kakek dan nenek ku, jadi mereka hanya berdua di dalam. How sweet.. hehehe.. Selama hidupnya, mereka memang sangat sweet. Saya memang tidak mengingat bagaimana kehidupan mereka karena kakek meninggal saat saya masih sangat kecil, mungkin sekitar 5 tahun. Dan semenjak kakek meninggal, nenek sangat merasa kehilangan dan selalu memikirkan kakek, jadinya dia keknya terkena stroke ringan. Jadi hanya duduk di kursi roda, dan tidak ingat apa=apa lagi. Syaa hanya mendengar cerita dari tante-tanteku tentang bagaimana keseharian mereka selama kakek masih hidup. Mereka saling menghargai, saling mengasihi.
Katanya pernah suatu kali, kakek lagi di sawah trus di rumah nenek lagi siapin makan siang untuk kakek. Nenek gak mau makan dulu kalo kakek belum makan, jadi nenek bawa makanan buat kakek ke sawah dan di sana mereka makan berdua. Together. :D. masih banyak lagi kisah-kisah romatis mereka berdua yang tidak bisa kuungkapkan dengan kata-kata (jiahh.. heheh).
Mungkin anda merasa bahwa Romeo & Juliet adalah suatu kisah cinta romatis, atau bagi Orang Toraja, kisah Lebonna sola Massudilalong-lah kisah romantic itu. Tapi bagi saya, Ne’ Sirrang dan Ne’ alik lah kisah itu. Semoga kisah romantis bisa menular melalui gen yah.. hehehe

Kamis, 02 Januari 2014

Handphone



Saya suka Handphone. As we know, HP itu bannyak banget fungsinya. Bahkan untuk hape yang saya sebut sebagai hape cenat-cenut pun masih punya banyak fungsi di luar telpon dan sms. Jadi pengingat-lah, jadi jam-lah, jadi radio-lah, dan masih banyak jadi jadi lainnya. Jadi, walaupun hape saya saat ini adalah Hape cenat cenut, namun saya tetap membutuhkannya. LLove it!
Dari dulu saya selalu berharap supaya mama mau pake Handphone, soalnya rempong kalo mau dihubungi, haru hubungi pace dulu. Lah, kalo saya butuhnya bicara sama mama, dan saat itu ternyata mereka lagi tidak di tempat yang sama, kebayang kan harus nunggu sampai posisi mereka sama. Lebih cepat di balas kalo kirim surat kali yee.. hehehe. Mama pernah dibelikan hape, sudah lama, sejak zaman purbakala dia sudah dibelikan HP tapi dia malas pelajari, masih tidak mau terkontaminasi dengan gaya hidup modern kali yaa.. hehe.. Akhirnya hape Flexi itu hanya tergeletak tak berdaya di sudut meja,  tak terurus, dan dipenuhi dengan debu. Pernah gak kamu merasakan gimana rasanya di jauhi, dihindari, dan dikucilkan seakan kamu gak berarti apa-apa lagi? Kalo pernah, berarti kamu sudah pernah merasakan perasaan hape Flexi itu. Hikss..
Tidak berapa lama, mama akhirnya minta untuk dibelikan hape baru setelah dibujuk sekian lamaaa. Aseekk,, akhirnyagak rempong lagi kalo mo telpon mama. Awal-awal hape baru mama memang stengah mati pelajarinya, tutorialnya saja via telpon, saya telpon dari makasar untuk ngajar cara pake hapenya. And finally, mama tau cara telpon. Jadi tiap pagi, sekitar jam 6, mama sudah nelpon minimal untuk membangunkan anak ceweknya ini, gak tau kalo anak cowoknya juga di telpon. Pokoknya tiada hari tanpa menelpon. Selama menelpon, mama juga mulai belajar sms.
Tidak butuh waktu lama bagi mama untuk tahu cara telpon dan sms. Jadii sekarang, tiap pagi mama sudah sms, dan karna pada saat itu saya sering tidur tubuh jadi bangunnya agak siangan, jadi otomatis smsnya terlambat dib alas. Pernah suatu hari:
Sms mama : “Selamat pagi, selamat beraktifitas” send: 06.00 a.m.
Lytozz: tidak di balas alias lagi tidur
Sms mama : “Selamat pagi, belum bangun kah?” send: 06:57 a.m.
Lytozz : [masih] tidak di balas, [masih] lagi tidur
Sms mama: “TAE’ PA RAKA MU MILLIK???!??” send: 08.02 a.m.
Lytozz: akhirnya membalas sms
Hahaha.. lama-lama begini, saya juga yang stress sendiri. kadang mama sms saat lagi di sekolah, mungkin saat lagi istirahat mengajar. Bahkan sekarang dia sudah bisa pake hapenya pace. WOW banget gitu ee.. Untuk ukuran orang yang tidak mau pake hape, she is a good student. :P Tapi koq saya bingung sendiri, kenapa intensitas sms mama semakin meningkat. Keknya setiap saat setiap detik pasti ada sms mama. Hmm..
Sampai saat malam tahun baru, mama liatin terus hapenya. Heran keknya, kenapa hape papa gak henti-hentinya masuk sms selamat menyambut tahun baru tapi kenapa hapenya tidak ada satu pun. Hehe.. wajarlah, karena kontaknya juga masih sedikit. Akhirnya, mama mengirim sms selamat menyongsong tahun baru dari hape pace ke hapenya. Hehehe..
Hmm.. Hape memang penting, tapi jangan sampai hape terlalu memanjakan kita.. hehehe.. entahlah, mungkin ini hanya jeritan hati sang anak karena di kalah sibuk sama macenya kalo soal urusan hape dan sms.. hehe

RESOLUSI 2014



Kemarin sempat sharing-sharing sama teman via sms. Sambil menunggu pergantian tahun, kita sharing tentang hal-hal yang sudah kita lalui selama tahun 2013, dan ternyata banyak sekali hal luar biasa yang sudah terjadi. Dari hasil sharing itu, katanya saya kuat lah, apalah, karena semuanya akhirnya bisa dilalui juga. makanya itu, saya sempat update status FB “Kuat itu tidak menangis”.. hehehe.. ternyata masih sering meneteskan air mata yah, apalagi kalo nonton film yang menyentuh. hahaha

Moment tahun baru ini, kita juga membuat resolusi untuk tahun 2014 nanti, dan gak tau kenapa saya malah nulis ini:

“semoga jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, semakin kuat menghadapi masalah, tambah dewasa dalam menghadapi kondisi dan tantangan hidup, bisa membuka hati untuk orang lain, tetap tersenyum, bisa sarjana tahun 2014.” AMIN!!!

Aminkan yahh.. :)

LITTLE STORY ON JAN 1st 2014



          Tahun-tahun sebelumnya, biasanya tanggal 1 Januari tuh, anak-anak Sekolah Minggu sudah datang berbondong-bondong ke rumah, sepulang dari ibadah awal tahun, sambil membawa kantong pelastik hitam berisi kue kering yang mereka kumpulkan dari tiap-tiap rumah yang mereka kunjungi. Bermoduskan kalimat “SALAMA’ TAMBARU!!!!” begitu biasa yang mereka teriakkan di depan pintu rumah yang mereka kunjungi. (Artinya itu selamat Tahun baru yaa.. J). Datang dengan rombongan mereka sekitar 5-10 orang, mereka membagikan rasa sukacita Tahun Baru kepada setiap orang, yah, walaupun mungkin tujuan mereka bukan untuk mengucapkan Tahun Baru tapi untuk mengisi pundi-pundi mereka dengan kue kering. Hehehe.. Tapi gak papa, justru itu yang mewarnai tanggal 1 Januari di tiap Tahunnya, tuan rumah meraasakan sukacita tahun baru yang luar biasa. Sambil mendengar tawa riang anak-anak itu bersenda gurau di ruang tamu kita.
Yah,, itu tahun lalu. Kali ini, tanggal 1 Januari diwarnai dengan kesepian yang luar biasa. Tidak ada anak Sekolah Minggu berteriak di depan rumah, tidak ada kantong plastic hitam, tidak ada kue yang sisa setengah toples setelah mereka pulang. Seharian yang kulakukan hanya tidur dan nonton. Yah,, seperti hari-hari biasanya, padahal kan hari ini harusnya jadi hari yang lain daripada yang lain. Membosankan. 1 kata yang kudapatkan hari ini.
Tahun-tahun sebelumnya juga setiap tanggal 1 sudah ada rencana untuk esok harinya untuk berkunjung ke rumah teman-teman sekolah sekedar untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru, yang walaupun ujung-ujungnya adalah makan juga, haha. Tapi tahun ini juga berbeda. tidak ada rencana tahun baruan di rumah teman karena besok malam sudah harus balik Makassar karena tuntutan ilmu. Hmmm..
But it’s ok. Setiap tahun punya ceritanya masing-masing. Dan ini cerita ku diawal tahun 2014 ini. J God Bless 2014
Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

My Blog List

Most Viewed

More Text

Popular Posts